Skip to main content

NELAYAN (Yang Bijak) dan MANAGER (Yang Pintar)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“ Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ”

NELAYAN (Yang Bijak) dan MANAGER (Yang Pintar)

_Seorang Manager yang memiliki gaji 100 juta perbulan tengah berdiri di tepi pantai dan memandang ke arah laut, ketika seorang Nelayan merapatkan perahunya._

_Manager itu bertanya :_

_*Berapa lama waktu yang anda habiskan untuk menangkap ikan sebanyak ini* ?_

_“ Tidak lama, *cukup 5 jam* ” jawab Nelayan_

“ _Mengapa tidak pergi lebih lama lagi dan menangkap lebih banyak lagi ?_ ”

" *_Ini sudah cukup buat keluargaku_* ”

“ _*Apa yang Anda lakukan diluar menangkap ikan ?*_ ”

“ _*Bermain dengan anak-anakku* , *Tidur Siang* ,  *Sarapan dan Makan siang bersama Keluargaku dan kedua orang tuaku* , *Mengantar dan jemput anak ke sekolah* ,  *Pergi ke masjid untuk sholat berjamaah* ,  *Tilawah al-quran* ,  *Menghadiri majelis ilmu* , serta  *Ngobrol dengan teman-temanku*_ ,

_Ya,  *Hidup yang begitu Kunikmati* ”_

_“Aku punya ide untuk membantumu,” ujar si Manager_

_“Aku lulusan master dari Amerika_

_Saranku, habiskan waktumu lebih banyak utk menanggkap ikan, beli perahu yang lebih besar, dapat lebih banyak uang, beli lagi beberapa perahu._

_Jangan jual ikan ke perantara, jual langsung ke pengolahan sampai Anda memiliki pabrik sendiri._

_Kendalikan produk, distribusi dan produksinya._

_Setelah itu anda pindah ke kota besar_

_"Kemudian ke luar negeri untuk mengembangkan usaha ini ”_

_“Menarik ..._

_Tapi berapa lama waktu yg dibutuhkan supaya aku bisa seperti itu ?” tanya Nelayan mulai tertarik._

_“Lima belas tahun paling cepat. Dua puluh tahun paling lambat,” jawab si Manager._

_“Setelah itu apa Pak ?”_

_“Inilah bagian yang paling menarik._

_Anda bisa menjual saham perusahaan di bursa dan menghasilkan uang miliaran.”_

_“Wah, miliaran ya._

_Lalu setelah itu Pak ?”_

_“Lalu, Anda bisa istirahat dan pulang ke rumah._

_Pindah ke desa kecil di tepi laut_

_Memancing, bermain dengan anak-anak, tidur siang, makan bersama istri dan keluarga di rumah_

_Mengantar anak ke sekolah, pergi kemasjid untuk sholat berjamaah, tilawah al-quran, menghadiri majelis ilmu serta ngobrol dengan teman-teman  dekat_

Oooooooh ...

_Kalau *TUJUAN AKHIR* nya *CUMA* itu, sekarang *SAYA SUDAH MENDAPATKAN* apa yang *SAYA INGINKAN*_

_*Kalau menunggu 20 tahun lagi, anak-anak saya sudah besar dan mungkin sudah ada yang berkeluarga dan saya pun sudah menjelang tua itupun kalau saya ada umur*_

_Jadi *gak mungkin lagi saya bermain dan mengantar mereka ke sekolah* sahut si nelayan sambil meninggalkan manager_


_*Wallahua'lam*_


_*Menuntut Ilmu itu Wajib - Begitu Ilmu didapat langsung Diamalkan*_

*DIJAMIN INSYAAALLAH TIDAK AKAN PERNAH LUPA DAN BERKAH*

Comments

Popular posts from this blog

QAILULAH (Tidur Siang)

QAILULAH Walau sebentar *وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا* Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. (QS. An-Naba’: 9) Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, *قِيْلُوْا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ* *“Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang”* (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb, Akhbar Ashbahan, Dg sanad Shahih) ‘Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu: رُبَّمَا قَعَدَ عَلَى بَابِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رِجَالٌ مِنْ قُرَيْشٍ، فَإِذَا فَاءَ الْفَيْءُ قَالَ: قُوْمُوا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لِلشَّيْطَانِ. ثُمَّ لاَ يَمُرُّ عَلَى أَحَدٍ إِلاَّ أَقَامَهُ *Pernah suatu ketika ada orang-orang Quraisy yang duduk di depan pintu Ibnu Mas’ud. Ketika tengah hari, Ibnu Mas’ud mengatakan, “Bangkitlah kalian (untuk istirahat siang, pent.)! Yang tertinggal hanyalah bagian untuk setan.” Kemudian tidaklah Umar melewati seorang pun kecuali menyuruhnya bangkit”* (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad) Qailulah atau bahasa...

Infaq Untuk Siapa?

SATU AYAT SETIAP HARI Jum'at, 10 Jumadil Akhir 1440 256. *Infaq Untuk Siapa?* يَسْــئَلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَاۤ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ _*"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui."*_ (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 215) * Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

MAKSIAT

“Jangan memandang pada kecilnya dosa kemaksiatan, tapi pandanglah siapa yang engkau maksiati” *_Pengertian_* Maksiat dalam bahasa arab ditulis (اَلمَعْصِيَّةُ). Maksiat itu adalah lawan kata “ketaatan” (اَلطَاعَةُ). *_Kapan Seorang Bermaksiat_* Seorang bermaksiat adalah ketika : Dia melakukan perbuatan yang diingkari oleh Allah dan Rasul-Nya Ia meninggalkan perintah yang diwajibkan oleh Allah dan Rasulnya *_Kemaksiatan Memiliki Dua Jenis Dosa_* Seorang yang melakukan kemaksiatan, maka ia telah melakukan sebuah dosa, dan dosa yang dihasilkan dari kemaksiatan ini, terbagi menjadi dua : *Dosa Besar* Dosa ini tidak akan terhapus kecuali dengan taubat. Dan dosa besar ini berasal dari dua hal : Dari sebuah pelanggaran yang berat, yang diancam pelakukan dengan ancaman yang keras Dari dosa kecil yang dilakukan berulang-ulang. Sebagian ulama mengatakan : لا صغيرة مع الإصرار ولا كبيرة مع التوبة “Tidak ada dosa kecil ketika dilakukan berulang-ulang, dan tidak ada dos...