Skip to main content

Keraguan dalam Beribadah

ONE DAY ONE HADITH
Selasa, 14 Jumadil Akhir 1440 H/19 Februari 2019 M

*Keraguan dalam Beribadah*

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب الوضوء
بَاب من لايتوضأ من الشك حتى يستيقن

حَدَّثَنَا عَلِيٌّ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ ح وَعَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَمِّهِ أَنَّهُ شَكَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلُ الَّذِي يُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ يَجِدُ الشَّيْءَ فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ *لَا يَنْفَتِلْ أَوْ لَا يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا*
(رواه البخاري)

*Artinya:*
Dari Abdullah bin Zaid (w. 63H), bahwa ada seseorang yang mengadukan keraguannya kepada Rasulullah Saw.,  bahwa dirinya seolah-olah mengeluarkan sesuatu (kentut) ketika shalat. Beliau lalu bersabda: *"Janganlah kamu meninggalkan (shalatmu) hingga kamu mendengar suara (kentutmu) atau mencium baunya."*
H.R. Bukhari (w. 256 H)

*Istifadah:*
Wudhu merupakan salah satu syarat sah shalat yang harus kita perhatikan kesempurnaannya. Kesempurnaan shalat sangat tergantung pada kesempurnaan wudhunya, maka tidak sah shalat seseorang bila wudhunya sendiri tidak sah.

Namun bagaimana jika kita ragu apakah wudhu kita batal atau tidak?
Hadis ini menjelaskan bahwa bila seseorang ragu apakah wudhunya sudah batal atau belum, maka ia tidak perlu berwudhu lagi, selama ia belum benar-benar mencium bau atau mendengar suara. Sebagaimana kaidah fikih :
اليقين لا يزول بالشك

_"Sesuatu yang meyakinkan tidak dapat hilang hanya dengan keraguan."_

Kaidah ini juga menunjukan kepada kita tentang kesempurnaan Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi alam semesta. Karena dalam kehidupan ini kita tidak akan terlepas dari masalah keraguan yang seringkali muncul rasa was-was apalagi dalam hal kegiatan ibadah, terutama dalam thaharah dan shalat. Maka Islam dengan segala kesempurnaannya memberi jalan keluar bagi umatnya dengan menghadirkan kaidah ini.

*[Lembaga Kajian & Riset Rasionalika Darus-Sunnah]*

Comments

Popular posts from this blog

Infaq Untuk Siapa?

SATU AYAT SETIAP HARI Jum'at, 10 Jumadil Akhir 1440 256. *Infaq Untuk Siapa?* يَسْــئَلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَاۤ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ _*"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui."*_ (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 215) * Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

MAKSIAT

“Jangan memandang pada kecilnya dosa kemaksiatan, tapi pandanglah siapa yang engkau maksiati” *_Pengertian_* Maksiat dalam bahasa arab ditulis (اَلمَعْصِيَّةُ). Maksiat itu adalah lawan kata “ketaatan” (اَلطَاعَةُ). *_Kapan Seorang Bermaksiat_* Seorang bermaksiat adalah ketika : Dia melakukan perbuatan yang diingkari oleh Allah dan Rasul-Nya Ia meninggalkan perintah yang diwajibkan oleh Allah dan Rasulnya *_Kemaksiatan Memiliki Dua Jenis Dosa_* Seorang yang melakukan kemaksiatan, maka ia telah melakukan sebuah dosa, dan dosa yang dihasilkan dari kemaksiatan ini, terbagi menjadi dua : *Dosa Besar* Dosa ini tidak akan terhapus kecuali dengan taubat. Dan dosa besar ini berasal dari dua hal : Dari sebuah pelanggaran yang berat, yang diancam pelakukan dengan ancaman yang keras Dari dosa kecil yang dilakukan berulang-ulang. Sebagian ulama mengatakan : لا صغيرة مع الإصرار ولا كبيرة مع التوبة “Tidak ada dosa kecil ketika dilakukan berulang-ulang, dan tidak ada dos...

SEBELAS ADAB TIDUR DAN DOA-DOANYA

SEBELAS ADAB TIDUR DAN DOA-DOANYA بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 1. Apa yang Harus Dilakukan Saat Hendak Tidur عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((أطفئوا المصابيح بالليل إذا رقدتم، وأغلقوا الأبواب، وأوكئوا الأسقية، وخمروا الطعام والشراب)) متفق عليه Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu `anhuma bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: "Padamkanlah lampu-lampu bila engkau hendak tidur, kunci pintu, tutup bejana air, dan tutup bejana makanan serta minuman." [Muttafaq ‘alaih] 2. Mencuci Tangan dari Lemak (yang Menempel) Sebelum Tidur عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((إذا نام أحدكم وفي يده ريح غمر، فلم يغسل يده فأصابه شيء فلا يلومن إلا نفسه)) أخرجه الترمذي وابن ماجه Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Apabila salah seorang diantara kalian tidur sedang di tangannya masih ada lemak (sisa makanan) dan belum dicucinya, lalu dia ditimpa sesu...