Skip to main content

Kebodohan Adalah Kemaksiatan Terbesar

KEBODOHAN ADALAH KEMAKSIATAN TERBESAR

 قال سهل بن عبد الله رحمه الله: ”ماعصى الله بمعصية أعظم من الجهل ، ولما قيل له: يا ابا محمد، هل تعرف شيئا أعظم من الجهل؟ قال: نعم، الجهل بالجهل“. #إحياء_علوم_الدين

Sahl bin Abdillah berkata: “Allah tidaklah didurhakai dengan kemaksiatan yang lebih besar tenimbang kebodohan.” Ketika beliau ditanya, “Adakah sesuatu yang lebih besar (bahayanya) daripada kebodohan?” Beliau menjawab, “Ya, yaitu bodoh terhadap kebodohan”.

Maksud dari kebodohan di situ adalah. :
▪Mereka yang Tidak Tahu, dan
▪Tidak Mau Tahu.

Inilah yang terjadi, di mana ego kefanatikan merambat menutupi kebenaran.

 (الجهل بالجهل )

Wallahu a'lam

Comments

Popular posts from this blog

QAILULAH (Tidur Siang)

QAILULAH Walau sebentar *وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا* Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. (QS. An-Naba’: 9) Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, *قِيْلُوْا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ* *“Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang”* (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb, Akhbar Ashbahan, Dg sanad Shahih) ‘Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu: رُبَّمَا قَعَدَ عَلَى بَابِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رِجَالٌ مِنْ قُرَيْشٍ، فَإِذَا فَاءَ الْفَيْءُ قَالَ: قُوْمُوا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لِلشَّيْطَانِ. ثُمَّ لاَ يَمُرُّ عَلَى أَحَدٍ إِلاَّ أَقَامَهُ *Pernah suatu ketika ada orang-orang Quraisy yang duduk di depan pintu Ibnu Mas’ud. Ketika tengah hari, Ibnu Mas’ud mengatakan, “Bangkitlah kalian (untuk istirahat siang, pent.)! Yang tertinggal hanyalah bagian untuk setan.” Kemudian tidaklah Umar melewati seorang pun kecuali menyuruhnya bangkit”* (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad) Qailulah atau bahasa...

Infaq Untuk Siapa?

SATU AYAT SETIAP HARI Jum'at, 10 Jumadil Akhir 1440 256. *Infaq Untuk Siapa?* يَسْــئَلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَاۤ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ _*"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui."*_ (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 215) * Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

MAKSIAT

“Jangan memandang pada kecilnya dosa kemaksiatan, tapi pandanglah siapa yang engkau maksiati” *_Pengertian_* Maksiat dalam bahasa arab ditulis (اَلمَعْصِيَّةُ). Maksiat itu adalah lawan kata “ketaatan” (اَلطَاعَةُ). *_Kapan Seorang Bermaksiat_* Seorang bermaksiat adalah ketika : Dia melakukan perbuatan yang diingkari oleh Allah dan Rasul-Nya Ia meninggalkan perintah yang diwajibkan oleh Allah dan Rasulnya *_Kemaksiatan Memiliki Dua Jenis Dosa_* Seorang yang melakukan kemaksiatan, maka ia telah melakukan sebuah dosa, dan dosa yang dihasilkan dari kemaksiatan ini, terbagi menjadi dua : *Dosa Besar* Dosa ini tidak akan terhapus kecuali dengan taubat. Dan dosa besar ini berasal dari dua hal : Dari sebuah pelanggaran yang berat, yang diancam pelakukan dengan ancaman yang keras Dari dosa kecil yang dilakukan berulang-ulang. Sebagian ulama mengatakan : لا صغيرة مع الإصرار ولا كبيرة مع التوبة “Tidak ada dosa kecil ketika dilakukan berulang-ulang, dan tidak ada dos...